teori berpacaran

Berdasarkan pengalaman gw, dalam menjalani hubungan, ada sebuah teori (ala ikha) yang menurut gw berhubungan erat. Sebuah hubungan, spesifiknya pacaran, bisa diibaratkan bagai bermain basket atau sepak bola one on one. Dalam olahraga ini, setiap pemain diharuskan dapat mempertahankan bola, agar dapat mencapai ke gawang lawan, atau keranjang lawan. Ketika kita tidak mempunyai skill yang bagus untuk men-dribble bola sampai ke gawang, bola itu tentu akan digocek oleh lawan. Apalagi  kalo lawannya jago paraahh (lain cerita kalo bolanya loe tempel pake lem Aibon ke sepatu loe ya). Itu curang namanya. 

Sama juga dengan prinsip berpasangan. Ketika berpacaran, kita juga harus pintar-pintar memaintain hubungan kita, agar tidak "digocek" oleh orang lain. Anggaplah skill mendribble adalah skill untuk mempertahankan hubungan, dan lawan alias si penggocek adalah pihak ketiga dalam hubungan yang menyebabkan loe berpisah dari "bola" loe. 

Ada sebuah quote dari salah satu kekasih yang sudah berlalu. Dia bilang:
"Kalo kamu kaya gini terus, kamu g takut kalo aku pacaran sama cewe lain?"

Yah, esensinya adalah, sangat penting untuk punya "advance skill dalam mendribble". Ketika kita berhasil membawa bola ke gawang lawan, mungkin kita telah berhasil untuk memperkuat komitmen dan mungkin akan melangkah ke jenjang yang lebih serius dari sekedar pacaran. Ketika kita sengaja memberikan lem Aibon supaya bolanya tetep nempel, sama aja kalo loe ngasih pelet atau jampi-jampi ke pasangan loe kan? mungkin bola itu g mau nempel tapi dipaksa nempel. Semacem itulah. 
 
Sampai saat ini, itulah teori yang bisa dihubungkan dengan aktivitas pacaran. Mungkin banyak yang sangat tidak setuju dengan teori ini, tapi mungkin banyak juga yang ngangguk-ngangguk ketika baca post ini. gw g tau. tapi sejujurnya dari lubuk hati gw, gw g pengen teori ini berlaku. gw lebih suka kalo teori berpacaran bisa dianalogikan sebagai perangko dan amplop. Perangko dan amplop itu bekerjasama melindungi dan mengantar si surat sampai ke tujuan. esensi dari kerjasama bukan?? tapi kenyataan bgini. mau gimana lagi? semoga suatu saat nanti ada yang bisa membantu gw menggantikan teori ini dengan teori lain, membuat mindset yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment